MASJID SYUHADA – YOGYAKARTA

Masjid Syuhada – Yogyakarta adalah Masjid yang terletak di Jln. Dewa Nyoman Oka No. 13, Kotabaru, Yogyakarta, Masjid ini adalah Masjid yang bersejarah di daerah Kotabaru. Dan Masjid ini didirikan bukan untuk tempat ibadah saja tetapi juga digunakan untuk Monumen yang mengenang Jasa – jasa para Syuhada yang telah gugur di medan perang pada saat kemerdekaan bangsa Indonesia.  Masjid Syuhada selesai dibangun pada tanggal 20 September 1952. Masjid ini juga tidak hanya sekedar tempat ibadah atau jasa – jasa Syuhada saja melainkan juga digunakan beberapa lembaga pendidikan mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) Islam, sampai dengan Sekolah Menengah (SD) Islam.

Selain itu, Masjid Syuhada juga digunakan sebagai simbol kenang-kenangan untuk kota Yogyakarta. Sesuai dengan namanya yaitu “Syuhada” yang artinya Pahlawan. sampai menarik perhatian pemerintah negara Pakistan. Dan mereka menyumbangkan amparan permadani untuk menutupi lantai masjid sebagai hadiah dan simbol tentang persahabatan antara Indonesia dan Pakistan, sebagai sesama saudara muslim.

LEMBAGA PENDIDIKAN DI MASJID SYUHADA

  • Taman Kanak – kanak (TK) Masjid Syuhada
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Masjid Syuhada
  • Sekolah Dasar Masjid Syuhada
  • SMP IT Masjid Syuhada

SEJARAH MASJID SYUHADA

Pembangunan Masjid Syuhada dimulai pada saat masa penjajahan Belanda, sekitar tahun 1940 yang Awalnya, kotabaru ini dihuni oleh mayoritas orang Belanda. Kemudian pada tahun 1942 pada saat tentara sekutu berhasil merebut kekuasaan kotabaru. Selain itu, Pembangunan Masjid Syuhada Yogyakarta ini berawal dari kegiatan pegajian yang digelar setelah mundurnya Belanda dari Yogyakarta dan menjelang pemindahan ibu kota negara dari Yogyakarta ke Jakarta.

Pembangunan Masjid syuhada dimulai pada 14 Oktober 1949, kemudian pada tanggal 17 Agustus 1950 mulai penetapan arah dan garis kiblat. Lalu pada tanggal 25 Mei 1952, mulai pembentukan resmi sebuah Yayasan Asrama dan Masjid Syuhada (YASMA Syuhada). Pada 2 tahun kemudian pembangunan Masjid Syuhada ini telah selesai dan diresmikan pada tanggal 20 September 1952.

BANGUNAN MASJID SYUHADA

Pada lantai utama Masjid Syuhadaada lubang ventilasi pada mihrab yang berjumlah lima. Jumlah 5 tersebut sesuai dengan rukun Islam yang juga berjumlah lima yang bermakna bahwa mengerjakan lima rukun Islam dengan sungguh-sungguh akan memberikan kesejukan dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan.

Dan Di lantai kedua Masjid ini terdapat dua buah pilar besar. Masjid ini juga memiliki simbol Nasionalisme, simbol Nasionalisme pada Masjid ini yaitu menggunakan tanggal kemerdeaan Republik Indonesia 1945. Yang maknanya untuk mengenang jasa para pahlwan (syuhada) yang telah berjuang mati-matian untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Dan menunjukkan  kepada generasi penerus tentang semangat nasionalisme para pejuang yang patut untuk diteladani. Memiliki pilar – pilar gapura yang menjadi “penyambut” bagi para jamaah yang datang ke Masjid Syuhada. 

Atap hiasan khas jawa yang disebut dengan Mustaka.dan kubah yang sangat unik Maka dari itu menunjukkan bahwa meskipun Masjid Syuhada dianggap sebagai masjid modern, bangunan Masjid Syuhada sama sekali tidak meninggalkan karakter atau falsafah atau sejarah setempat yang berbudaya Jawa.

*Untuk informasi mengenai Pemesanan Kubah Masjid serta Konsultasi di Kontraktor Kubah Masjid:

CV.SINAR SURYA ABADI

• Handphone dan Whatsapp: 081235648084/082264308124

• Alamat : Jalan Ki Suryo jati selatan Rt.24 Rw.08 Kedungturi Taman Sidoarjo – Jawa Timur 61257

• Buka Setiap Hari Pukul 08.00 – 17.00

• atau Kunjungi di https://sinarsuryaabadi.co.id/

Dapatkan harga penawaran kubah masjid terbaik dari kami dengan harga termurah serta berkualitas dengan disertai surat jaminan garansi di setiap produknya.

Kami juga bersedia survey kubah masjid di dalam kota, luar kota,maupun luar pulau dengan secara gratis.

MASJID SULTAN SINGAPURA

Singapura adalah Negara yang terletak di Asia Tenggara, yang memiliki luas sekitar 697km. singapura memiliki jumlah penduduk 5.866.139 jiwa, selain itu Singapura jua memiliki masjid yang sangat megah dan indah yaitu Masjid Sultan yang berada di Kampung GlamSingapura. Yang merupakan Masjid yang pertama dibangun dan kini masjid ini menjadi sejarah dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang ke Singapura.

Pada awal Masjid ini dibangun oleh masyarakat jawa yang sekitar 1826. Kemudian bangunan Masjid ini menjadi tempat tinggal atau kawasan permukiman awal beberapa etnik masyarakat Indonesia.

Kemudian pada tahun 1920 dibangun seperti kembali seperti sekarang, direnovasi dan telah ditetapkan sebagai pariwisata Negara Singapura.

Masjid ini memiliki ketertarikan Indonesia, dan Masjid ini berdiri pertama kali yang beraksitektur Indonesia. Mengapa? Karena memang bangunan Masjid Sultan ini dibangun oleh masyarakat muslim jawa.

ARSITEKTUR MASJID SULTAN – SINGAPURA



Memiliki kubah emas yang sangat besar dan tempat shalat yang sangat luas dan indah sehingga para Jama’ah akan terasa tenang ketika beribadah. Masjid yang wajib dikunjungi jika berada di wilayah Kampong Gelam yang bersejarah.

Dan jika kalian berada di sana akan terlihat 2 kubah emas yang berbentuk bawang yang akan terlihat Masjid ini lebih megah. Kemudian di bagian permukaan kubah terdapat Ornament bulan sabit dan bintang.

Dan dibagian depan Ruang Sholat terdapat mihrab emas dan kaligrafi masjid yang sangat indah. Kemudian di bagian mimbarnya yang terbuat dari kayu dengan ukiran Ornament yang sangat indah dan megah.

Masjid ini juga bukan hanya sekedar sebagai tempat ibadah Sholat umat muslim saja, tetapi bisa digunakan sebagai tempat wisatawan atau pengunjung untuk berkunjung atau mengabdikan moment moment yang ada di Masjid Sultan ini. Dan terdapat pemandu gratis untuk berkeliling dan menjelaskan tentang struktur bangunan Masjid dan sejarah masjid Sultan ini ke wisatawan atau pengunjung.

SEJARAH MASJID SULTAN – SINGAPURA  

Pada sekitar abad ke 18, Singapura diserahkan ke Inggris pada tahun 1819. Temenggong Abdul Rahman, penguasa di Pulau Singapura dan Sultan Hussain Shah dari johor yang merupakan pemilik pulau Singapura kala.     

Sir Stamford Raffles, memberikan hak istimewa kepada Temenggong  dan sebuah Sultan tunjangan hidup tahunan serta hak atas Kampong Glam bagi tempat tinggal mereka.

Kemudian di tahun 1824 hingga 1826, Sultan Husein membangun sebuah istana, dan membangun masjid yang saling berdekatan satu sama lain serta membawa semua keluarga dan pengikutnya dari Kepulauan Riau.

Untuk membangun masjid ini yaitu untuk menyelaraskan Jabatannya sebagai sultan, bangunan yang dibangun nuansa Masjid Tradisional Nusantara dengan bentuk atap limas bersusun tiga.

Untuk pembangunan Masjid ini berasal dari East India Company menghabiskan dana sekitar $3000 dolar dan donasi dari jama’ah Muslim.

*Untuk informasi mengenai Pemesanan Kubah Masjid serta Konsultasi di Kontraktor Kubah Masjid:

CV.SINAR SURYA ABADI

• Handphone dan Whatsapp: 081235648084/082264308124

• Alamat : Jalan Ki Suryo jati selatan Rt.24 Rw.08 Kedungturi Taman Sidoarjo – Jawa Timur 61257

• Buka Setiap Hari Pukul 08.00 – 17.00

• atau Kunjungi di https://kubahmasjidindo.com/

Dapatkan harga penawaran kubah masjid terbaik dari kami dengan harga termurah serta berkualitas dengan disertai surat jaminan garansi di setiap produknya.

Kami juga bersedia survey kubah masjid di dalam kota, luar kota,maupun luar pulau dengan secara gratis.

Bentuk Model Arsitektur Menara Masjid di Indonesia yang Unik

menara-masjid-istiqlal

Menara merupakan bagian penting dari bangunan masjid. Untuk bangunan masjid serta kubah masjid yang ada di Indonesia dipengaruhi oleh beragam unsur kebudayaan, seperti Timur Tengah, Cina, Hindu, dan Barat. Maka dari itu inilah yang membuat bentuk dari menara masjid di Indonesia mempunyai keanekaragaman.

1. Masjid Agung Banten

menara-masjid agung-banten
menara-masjid agung-banten

Masjid Agung Banten merupakan masjid tertua yang ada di Jawa. Dibangun oleh Sultan Maulana Hasanuddin yang terletak di sisi alun-alun tepatnya di sebelah utara keraton. Untuk menara masjid ini bentuknya mercusuar yang memiliki gaya arsitektur Eropa. Sebelum menara masjid difungsikan, menara masjid digunakan untuk menara rambu dan pengintai di Pelabuhan Banten yang seringkali menjadi sasaran penyerangan oleh negara-negara Eropa sebagai musuh dari Belanda. Menara dibangun oleh Hendrik Lucasz Cardeel yang merupakan seorang arsitek Belanda dan bekerja pada saat itu di kota pelabuhan pada abad ke-17 M.

2. Masjid Agung Demak

menara-masjid-agung-demak
menara-masjid-agung-demak

Masjid Agung Demak pada saat didirikan tahun 1506 bangunannya tidak memiliki menara. Pada tahun 1934 menara masjid dibangun berupa kerangka yang terbuat dari besi, lalu diatasnya bangunan batu, lemudian ditutup dengan kubah kecil yang berbentuk bawang. Letak menara masjid tidak jauh dari bangunan masjidnya.

3. Masjid Agung Kudus

menara-masjid-agung-kudus
menara-masjid-agung-kudus

Masjid Agung Kudus dibangun pada tahun 1549 di Kota Kudus, Jawa Tengah. Masjid ini memiliki menara yang unik dan merupakan suatu bagian dari kompleks pemakaman Sunan Kudus. Menara ini persis dengan bangunan candi pada zaman Majapahit. Bentuk bangunannya berjenjang serta pelipit mendatar sebagai pembatasnya. Untuk bagian dinding menara masjid terbuat dari batu bata. Untuk bagian atas menara masjid bentuknya seperti atap yang tumbang yang konstruksinya kayu. Untuk hiasannya bidang, setelah disamarkan namun masih terlihat seperti bekas hiasan bangunan candi. dan untuk desain kubah masjidnya tampak berwarna putih dengan gaya arsitektur tradisional maupun modern

4. Masjid Istiqlal Jakarta

menara-masjid-istiqlal
menara-masjid-istiqlal

Masjid ini termasuk salah satu masjid yang ada di Indonesia bergaya arsitektur islam modern. Ini terlihat pada bagian menara masjidnya serta kubah masjidnya. Menara masjid yang fungsinya tempat muadzin mengumandangkan adzan ini dibangun dengan bentuk meruncing ke atas dan mempunyai banyak lubang pada dinding Gunanya lubang tersebut adalah untuk mengurangi suatu tekanan dan hembusan angin. Ketinggian dari menara masjid ini adalah 66,66 meter dan untuk diameternya 5 meter. Dibuat ketinggian sedemikian yaitu sebagai simbol dari banyaknya ayat dalam kitab suci Al-Qur’an. Untuk di bagian atas tempat muadzin mengumandangkan adzan merupakan puncak dari menara yang terbuat dari material baja tahan karat beratnya mencapai 28 ton dan tingginya 30 meter.

5. Masjid Raya Medan

menara-masjid-raya-medan
menara-masjid-raya-medan

Masjid ini memiliki bentuk arsitektur asing yang berbeda sekali dengan arsitektur tradisional khas Indonesia yaitu bergaya bangunan India, Timur Tengah, dan Barat. Masjid ini dibangun oleh Sultan Makmun Ar-Rasyid Perkasa Ar-Rasyid Perkasa Lam pada tahun 1906 sampai dengan tahun 1909. Menara masjid ini letaknya terpisah dari bangunan masjid. Bentuk menara masjidnya meruncing ke atas, bentuk bagian bawahnya prisma segi empat yaitu lebar pada bagian bawah lalu bertingkat tiga pada bagian tengah,
Selain beragam jenis dan model menara masjid di atas, masih terdapat banyak model menara masjid lainnya. Ada yang persegi empat dengan bentuk mengerucut keatas. Namun, ada pula yang bulat, seperti butir peluru, moncong meriam, persegi delapan, persegi enam, dan lain sebagainya.

*Untuk informasi lebih lanjut mengenai Pemesanan Kubah Masjid Dan Menara Kubah Masjid serta BerKonsultasi di Kontraktor Kubah Masjid:

CV.SINAR SURYA ABADI

• Telepon: 031-7871416

• Handphone dan Whatsapp: 081235648084/082264308124

• Alamat : Jalan Ki Suryo jati selatan Rt.24 Rw.08 Kedungturi Taman Sidoarjo – Jawa Timur 61257

• Buka Setiap Hari Pukul 08.00 – 17.00

• atau Kunjungi di https://kubah-surya.com

Dapatkan harga penawaran kubah masjid terbaik dari kami dengan harga termurah serta berkualitas dengan disertai surat jaminan garansi di setiap produknya.

Kami juga bersedia survey kubah masjid di dalam kota, luar kota,maupun luar pulau dengan secara gratis.