PENTINGNYA PUNYA CITA-CITA SEJAK DINI

PENTINGNYA PUNYA CITA-CITA SEJAK DINI

Pernahkah Anda menanyakan kepada anak ingin menjadi apa waktu besar nanti? Cita-cita adalah satu hal yang sering ditanyakan di sekolah. Bagi yang tidak memahami, konsep cita-cita mungkin terlihat terlalu berkhayal dan terkesan asal-asalan. Namun, bagi yang mengerti pentingnya punya cita-cita, hal ini dapat menjadi motivasi terkuat untuk mencapai masa depan.

Meskipun cita-cita dapat berubah seiring berjalannya waktu, hal ini tidak mengubah pentingnya keberadaannya di dalam benak anak. Semua akan tetap memengaruhi perilaku anak dalam menghadapi rutinitas, baik di rumah maupun di sekolah. Jadi manfaat apa yang dapat didapatkan anak dengan memiliki cita-cita? Simak ulasannya berikut ini www.sekolahan.co.id/ .

1. Fokus pada masa depan
Memiliki cita-cita berarti memiliki harapan yang akan dicapai di kemudian hari. Sama seperti keinginan, tapi lebih besar. Pentingnya punya cita-cita sejak dini membantu anak lebih fokus dengan masa depannya.

Misalnya, anak ingin menjadi seorang penari balet. Dia tentu ingin memiliki kesempatan untuk berlatih dan menunjukkan kemampuannya. Peran orang tua adalah mendukungnya, memberikan les balet, dan mengikutkannya pada kompetisi jika diperlukan. Melihat perhatian Anda, anak tentu semakin senang dan bersemangat dengan pilihannya.

2. Termotivasi belajar
Anak sadar bahwa cita-cita adalah dirinya nanti, bukan sekarang. Oleh karena itu, dia akan banyak berusaha untuk menjadi seperti yang diharapkan. Motivasi semacam inilah pentingnya punya cita-cita. Tanpa hal tersebut, anak akan cenderung melakukan semua semampunya dan tidak berusaha mencapai lebih.

Misalnya, anak bercita-cita menjadi seorang ahli matematika. Tentu dia lebih semangat pada mata pelajaran tersebut daripada yang tidak diminati. Anda dapat melihatnya langsung dari kecenderungan materi yang dipelajarinya di rumah.

3. Tidak bingung memilih jurusan
Salah satu pentingnya punya cita-cita adalah jalan hidup menjadi lebih jelas. Khususnya bagi yang telah menginjak bangku sekolah menengah atas, memiliki cita-cita sangat membantu mereka menentukan jurusan yang akan diambil.

Misalnya, anak ingin menjadi dokter. Ketika penjurusan di sekolah, sepatutnya dia mengambil jurusan IPA. Kemudian dia dapat melanjutkan ke kuliah kedokteran. Hal ini tentu berbeda jika anak tidak memiliki tujuan. Dia akan kesulitan menentukan dan langkahnya menjadi tidak mantap.

4. Tahan menghadapi ujian
Hal lain yang terlihat dari anak yang memiliki cita-cita adalah ketahanannya dalam menghadapi ujian. Semakin besar harapannya, semakin dia tidak gampang putus asa. Dalam hal ini, cita-cita menjadi alasan yang mendorong anak untuk terus maju.

Contoh konkritnya adalah ketika anak menghadapi masalah di sekolah. Anak yang tidak memiliki cita-cita cenderung menyerah dengan keadaan, bahkan dapat putus sekolah. Berbeda dengan yang bercita-cita, selalu berusaha memberikan yang terbaik dan mencari solusi dari masalah yang dihadapi.

Namun, terlepas dari keberadaan cita-cita, ketahanan anak pula bergantung pada peran orang tua sebagai pendamping. Saat anak merasa lemah, orang tua yang memberikan semangat agar dia bangkit kembali.

5. Menghargai arti usaha dan jasa
Anak yang mengejar cita-cita mengerti pentingnya usaha dan kerja keras. Dengan pastinya tujuan, apa saja yang harus dilakukan pula menjadi lebih gampang. Anak menjadi lebih sadar bagaimana harus bertindak. Jika belajar seadanya, dia akan mencapai hasil yang seadanya pula. Seberapa besar keberhasilannya bergantung dari besarnya usaha.

Pentingnya punya cita-cita pula membuat anak lebih menyadari per bantuan yang diterima dari orang di sekitarnya. Orang tua, keluarga, guru, teman-teman, atau siapa saja yang membantu akan menjadi orang yang sangat berarti. Hal ini dikarenakan jasa mereka mendekatkan anak mencapai impiannya. Sumber : www.pelajaran.co.id/

Leave a Comment